Senin, April 18, 2011

patoimunologi 1

Patoimmunologi
Bambang Sektiari L.
Departemen Klinik Veteriner
Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Airlangga


Innate Immunity (kekebalan bawaan)
mekanisme pertahanan tubuh yang ada sebelum infeksi terjadi, biasanya terdiri dari pertahanan secara seluler , Fisik maupun biokimiawi

Adaptive Immunity (kekebalan dapatan)
respon kekebalan tubuh yang baru terjadi jika terdapat stimulasi akibat keterpaparan oleh protein asing






INDUKSI IMMUNITAS
Imunisasi pasif Proses transfer spesifik antibodi dari satu individu kepada individu lain untuk memperoleh kekebalan jangka pendek (misalnya transfer IgG, antibodi maternal)
Imunisasi aktif Proses induksi sistem kekebalan yang terjadi akibat keterpaparan tubuh oleh suatu protein asing (infeksi alam atau proses vaksinasi). Dalam hal ini tubuh berperan aktif membentuk suatu kekebalan (humoral dan seluler).


INDUKSI IMMUNITAS
Imunisasi Adoptif transer immunitas melalui sel-sel immun
Perolehan imunitas pasif vs. imunitas aktif
Imunitas pasif
Antibodi maternal (infeksi alami pada induk)
Imunoglobulin
Anti-toksin
Imunitas aktif
Hasil infeksi alam
Hasil vaksinasi:
Patogen yang dilemahkan
Patogen yang diinaktifkan
Bagian atau komponen patogen yang dimurnikan
Kompleks protein multivalen


Imunisasi pasif
Beberapa kondisi yang memungkinkan penerapan imunisasi pasif:

defisiensi sintesa antibodi akibat kerusakan sel B secara kongenital maupun kerusakan dapatan;

saat individu rentan terekspos (terpapar) penyakit yang menyebabkan komplikasi (mis. kucing leukemia yang terpapar parvo virus)

saat infeksi penyakit sudah terjadi dan antibodi yang diberikan akan membantu menekan toksin yang masuk (mis. tetanus, diphteria, botulism)
Pelaksanaan Imunisasi pasif, harus memperhatikan beberapa hal :
Apabila antibodi dibuat di spesies lain (misalnya anti-tetanus toxoid dibuat di kuda), resipien dapat membentuk respon terhadap bagian isotypic determinant dari antibodi asing tersebut.
Beberapa individu dapat membentuk IgE terhadap bagian antibodi tersebut dan memperantarai degranulasi sel mast yang berakibat reaksi anafilaksis sistemik.
Individu lain membentuk IgG atau IgM terhadap antibodi tersebut yang akan memperantarai pengaktifan komplemen maupun reaksi hipersensitivitas tipe III


Virus yang bersifat patogen pada manusia dilemahkan dengan cara mempasase-nya di dalam kultur sel non-human

Manifestasi patoimmmunologi

Immunopatologi suatu ilmu yang mempelajari gangguan-gangguan karena disfungsi sistem immun seperti defisiensi respon immun, gangguan regulasi sistem immun dan gangguan respon immun yang bersifat genetik

Generation of immune cells
Manifestasi dapat dikelompokkan dalam :

Defisiensi respon immun
Syndroma lymphoproliferatif
Gangguan karena berkurangnya antigen-antibodi, Mis. reaksi hypersensitifitas oleh antigen yang bersifat infeksius/non infeksius.
Reaksi auto immun
lain-lain
DEFISIENSI RESPON ImmUN

Berkaitan dengan insufisiensi atau tidak adanya respon immun apapun jenis antigennya dan dimanifestasikan oleh adanya infeksi berat dan berulang (sering timbulnya tumor)
DEFISIENSI RESPON ImmUN primer
defisiensi respon immun congenital ataupun herediter
DEFISIENSI RESPON ImmUN primer
defisiensi respon immun congenital ataupun herediter
DEFISIENSI RESPON ImmUN sekunder
Defisiensi respon immmun sekunder terjadi oleh karena beberapa faktor antara lain :
Pemberian obat-obatan, seperti kortikosteroid, antibiotik dan obat-obatan yang bersifat immunosupresif.
Ketidakseimbangan asupan makanan seperti kekurangan vitamin A, dehidrasi dan mal nutrisi.
Polusi bahan-bahan kimia ataupun logam berat seperti Pb dan Hg.
Penyakit-penyakit yang bersifat kronis.

DEFISIENSI RESPON ImmUN sekunder

DEFISIENSI RESPON ImmUN sekunder

DEFISIENSI RESPON ImmUN
Defisiensi respon immun dapat melibatkan satu atau beberapa komponen sistem immun seperti sel hematopoitik, sel lymphoid, lymphosit T dan atau B, sel-sel polimorfonuklear, monosit dan komplemen.
Gangguan pada tiap-tiap komponen sistem immun menyebabkan manifestasi immunologi yang ditandai dengan timbulnya limphopenia dengan atau tanpa leukopenia, menurunnya jumlah lymphosit T atau B yang bersirkulasi, ? Globulinemia,
penolakan yang terjadi secara lambat setelah terjadi transplantasi
penurunan respon humoral saat immunisasi dan penurunan sensitifitas bahan kimia.
secara in vitro terjadi penurunan lympho-blastogenesis dan pembentukan produksi lymphokine. Penurunan fungsi fagositer dan jumlah komplemen.

Tidak ada komentar:

KUNtilanak galeri

KUNtilanak galeri

sapa yang masuk?

  • http://kunto-anggoro.blogger.com

Mengenai Saya

Foto saya
Luka hati tak akan bisa hilang sampai ajal menjemput